Cuma sekejap, empat setengah tahun bagaikan kedipan mata, kini saatnya kita mencari sesuatu yang diimpikan dalam hati.
Aku hanya bisa bersyukur, hari-hari akhir telah kau buat cukup berkesan. Walau saat kau hendak pergi, aku
tak dapat memberikan “selamat tinggal” terbaikku.
“it feels so wrong TO hug or NOT TO hug you…”
tapi tak apa, sore itu telah ku patri,
kau terbang menuju sarang, karena tempat ini memang cuma persinggahan.
aku bukanlah rumah, aku hanya teman, teman seperjalanan.
selamat jalan, semoga pada suatu perjalanan, kita kembali berpapasan.
Kupijak karang kuterawang lautan
sungguh pada basah rambutmu
kuterhanyut dari ruang dan waktu
sementara bagiku
sekejap ini tarian kembang api
segera jadi fana begitu nyala tiada
hilang dari kata,
hilang dari kepala
maka disinilah
kureguk sore sempurna
dari atas karang
saat kuterawang
sosokmu hilang timbul di kejauhan
kupenuhi langitku
dengan gelembung sabun
setiap mereka adalah mozaikmu
yang kuisikan harap
dan kuberi sayap
lalu kuembus dari telapak tanganku
