Archive for February, 2008

h1

potongan dari dua senja yang berbeda

February 10, 2008



matahari terbenam itu menakjubkan ya?

rasanya ingin bisa menikmati sunset dari seluruh penjuru dunia. Padahal kalo dipikir-pikir kan mataharinya sama, berarti dilihat dari mana aja gak masalah.. hehe..
yang membedakan mungkin mood ketika melihat sunset itu.

dan ini adalah puisi aku yang terbaru, semua karena senja, Well..senja memang melankolis, sih..

ngomong2 soal senja, puisi yang dibawah ni, terinspirasi dari senja

Bingkai

Temaram temaram
Aku terpejam terpicing
terbangun termangu
jingga menyorot lewat jendelaku

Dan lalu bergulirlah..

Simfonimu pada mega yang berarak pulang
Mengalun getir diiring erangan angin

Ku lukis kamu
Pada bingkai yang semakin mungil
Agar mudah kusembuyikan dibalik bantalku

Lembayung lembayung
Gagak gagak bertengger
Matahari pamit mundur

Kuangkat bingkaimu tinggi-tinggi
Ah..disebelahmu telah terisi
Seorang bidadari


h1

pada mulanya…

February 1, 2008

tersebutlah sebuah bentuk tak bernama. Tidak ada apa-apa pada bentuk ini. Hanya kekosongan abadi. gelap pekat. lama..lamaaa…sekali

lalu tiba-tiba terdengar suara berbisik:
“Hallo…”

Dan seketika itu pula, terjadi gempa besar pada bentuk tak bernama itu
kegelapan pecah.hitam pecah. dari dalam hitam mencuat cahaya
putih bersih menyilaukan mata.

tapi tetap tidak ada apa-apa.

kembali terdengar suara:
“mulai saat ini kau kuberi nama, Nihiloria!”

cahaya putih itu bisu, lalu pelan-pelan muncul suara ragu,
“siapakah aku?”

Suara menjawab,” kamu adalah kosong, namamu Nihiloria”

“lalu siapakah kamu?” tanya Nihiloria lagi.

“Aku adalah kata”. jawab suara. “Maukah kamu jadi pasanganku?”

Nihiloria diam, “entahlah..untuk apa?”

Suara menjawab:
“karena engkau nihiloria, adalah kosong dan aku suara adalah kata”
“kosongmu adalah pasanganku, berdua kita akan temukan makna”

“dimanakah makna berada?”.Tanya nihiloria lagi

“makna ada sejak kita memulai perjalanan ini, Nihiloria..”
“Maukah kau mencari makna bersamaku?”

“Baiklah aku mau..” jawab Nihiloria.

Dan begitulah, mereka berdua memulai perjalanan. Sebuah cerita telah dimulai,
dan sebuah makna ada, di suatu tempat, disana..

“maukah kamu memulai perjalanan bersamaku?”